Oh, Tuhan. Kita telah salah menilai menantu kita. Ia yang dulu lembut, sopan, intelek, dan bergaji besar( datang dengan BMW seri terbaru). Telah menjadi monster yang menakutkan. Pemabuk, kasar, dan profesinya ternyata penipu........
'Ya, ia memang kompeten', kata salah seorang direktur perusahaan IT. ' Hanya saja ia terlalu egois untuk bekerjasama sebagai sebuah tim. Klien klien kami membatalkan kontrak hanya karena kurang nyaman bekerja dengannya. Menyesal kami telah merekrutnya dulu'.
'Kami tak menyangka tetangga kita itu mati over dosis. Ia orangnya baik, ramah, tidak suka bikin masalah. Bagaimana mungkin dia pengguna narkoba ?'.
Barangkali kita banyak mendengar percakapan seperti itu. Bagaimana mungkin kita begitu terpedaya sehingga menggeleng geleng kepala ketika 'hal hal aneh' akhirnya terjadi.
Malcolm Gladwell dalam 'blink' banyak mengupas tentang bahayanya kesan pertama. Bila dalam posting sebelumnya kita tersadarkan tentang pentingnya penilaian cepat ( blink, kedipan ), pada posting kali ini kita justru membicarakan sisi gelap penilaian cepat tersebut.
Kenal Warren Harding ? Ia adalah pria yang digambarkan seperti dewa Romawi. Sewaktu melangkah turun dari panggung, kakinya memamerkan betapa ideal proporsi tubuhnya; dan langkah langkah yang ringan, sikap berdirinya yang tegap, gerak geriknya yang santai, semuanya memperkuat kesan jantan yang sempurna. Amerika jatuh cinta kepadanya. Ia menjadi presiden ke 29. Kebanyakan sejarawan setuju bahwa ia adalah salah satu presiden sangat buruk dalam sejarah Amerika.
Anda merasa kecewa dengan presiden pilihan anda sekarang ? wah jangan jangan..........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar