Sabtu, 08 Oktober 2011

Malcolm Gladwell, What the Dog Saw : Kenapa pemain top gagal mengeksekusi pinalti ?

Masih ingat Drama World Cup 1994 di Amerika serikat ?
Saat itu adu pinalti antara Italia dan Brazil di pertandingan final. Kapten tim Italia, Franco Baresi bersiap melakukan tendangan pinalti.
Baresi adalah kapten tim, pemain belakang Italia, pemain paling tua dan paling berpengalaman. Sedetik melihat bola, melihat kiper brazil, dan bola ditendang. Bola melambung jauh diatas mistar gawang, dan Brazil kembali menjadi juara dunia. Baresi tertunduk lesu, Italia menangis. Mengapa pemain sekelas Baresi bisa gagal ?

Malcolm Gladwell dalam 'What the Dog Saw' mengatakan situasi yang dialami Baresi sebagai 'tercekat'. Kejadian serupa sering terjadi dalam olah raga tenis. Saat itu final putri Grand Slam Wimbledon tahu 1992. Disaksikan keluarga kerajaan Inggris dan jutaan pemirsa di seluruh dunia. Skor 4 - 0 untuk Jana Novotna, dan satu point lagi untuk memastikan juara. Apa yang terjadi ? Jana pegang servis. Bola dipukul. Tapi bahkan seorang amatir akan melihat serve yang dilakukan Jatna, bukan Serve Jana ! Itu Serve amatiran. Kesalahan demi kesalahan terus dilakukan. Skor akhirnya berakhir 4 - 5, untuk Steffi Graf. Tidak mempunyai mental juara ? apa saja boleh anda katakan. Gladwell menyebut yang dialami sebagai 'tercekat'.

Agaknya beban yang dipikul oleh seorang atlet, manajer, artis, atau profesi apapun akan menyebabkan meruntuhkan apapun yang telah diraih pada saat saat akhir. Bagaimana cara mengatasi situasi tercekat ini?

Gladwell tidak memberikan resep dan tip khusus untuk mengatasi situasi tercekat ini. Ia hanya mengingatkan dan memberikan contoh bahwa setiap profesi akan menghadapi saat seperti ini. Bersiaplah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...